Langsung ke konten utama

Pemanfaatan Garam Sebagai Alternative Pembangkit Tenaga Listrik

Pangarengan, 01 Agustus 2018

75 News - melihat potensi alam di desa Pangarengan adalah sebagai penghasil garam terbesar di kecamatan Pangarenga. Siapa sangka potensi garam yang dihasilkan desa pangarengan mampu dimanfaatkan sebagai  pembangkit listrik dengan penggunaan barang-barang bekas. Mahasiswa mahasiswi KKN 75 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memanfaatkan bahan  tersebut sebagai  alternative pembangkit listrik.
Temuan mahasiwa KKN 75 UTM ini disosialisasikan pada siswa siswi MTs Nurul Huda yang bertempat di Desa Pangarengan Rabu (1/8/2018). Para mahasiswa KKN ini menunjukan cara kerja dan cara perakitan dari pembangkit listrik tenaga garam. Sosialisasi yan diberikan pada siswa siswi ini masih cukup sederhana, namun bisa dikembangkan lebih baik lagi. Mahasiswa KKN menejelaskan bahwa tenaga listrik dari air garam ini baru mampu menghidupkan lampu LED 5 volt dengan 20 kumparan.
Peserta sosialisasi ini sangat antusias dalam mengikuti acara. Siswa siswi MTs Nurul Huda merasa penasaran dengan penemuan KKn 75 UTM ini. Peserta ikut berpartisipasi dalam pembuatan rangkaian listrik hingga pecobaan samapai menyala. Peserta pun senang ikut praktik dan berhasil menyalakan lampu LED dari hasil rangkaian mereka sendiri.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan cukup mudah diperoleh dan di jangkau. Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan yaitu aluminium seng dari kaleng bekas larutan, amplas, gunting, kawat tembaga, lampu LED, wadah, air dan garam. Bahan-bahan tersebut dirangkai hingga menjadi kumparan-kumparang yang panjang dan dibedakan ujung positif dengan negatif. Setelah itu, dicelupkan kedalam larutan air garam dan ditiriskan, setelah itu disambungkan ke lampu LED. Maka, lampu LED akan menyala. KKN 75 UTM berharap temuan ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh pemuda pemudi desa Pangarengan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyuluhan Narkoba di Desa Pangarengan yang dilakukan oleh KKN 75 UTM

Pangarengan, 27 Juli 2018
Kegiatan kami di sini memberikan penyuluhan narkoba kepada Ibu – Ibu Pengajian Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang dalam acara pengajian rutin mingguan yang di ikuti lebih oleh sekitar 30 ibu ibu pengajian, Kegiatan dilaksanakan di kediaman Nyai Ice di Desa Pangarengan Sampang, Tausiah di isi oleh Moh. Faizal dan Leli, dalam kegiatan ini bertujuan untuk orangtua khususnya bagi para ibu – ibu di desa pangarengan agar waspada terhadap anak- anak nya agar tidak mengkonsumsi narkoba, dalam acara penyuluhan narkoba ini kami memperkenalkan apa yang dimaksud narkoba dan zat adiktif yang ada di narkoba dan faktor – faktor yang mendorong remaja memakai narkoba. Penyuluhan Narkoba ini merupakan Program Kerja Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Kelompok 75 Universitas Trunojoyo Madura.

Penyuluhan Narkoba merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara terus menerus setiap tahun karena generasi muda selalu berkesinambungan dengan bahaya narkoba. Remaja merupakan…

Memperkuat Ketahanan Nugget dengan Memanfaatkan Aneka Olahan Jagung

Pangarengan, 29 Juli 2018

Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan media yang efektif dan eduktatif untuk mengasah kompetensi mahasiswa sekaligus mempraktekkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika. Mahasiswa diterjunkan ditengah-tengah masyrakat, baik masyarakat perkotaan, pedesaan, maupun kelompok tertentu. Mahasiswa dituntut mampu untuk mensejahterakan masyarakat baik dari segi perekonomian maupun dalam bidang sosial dan budaya. Khususnya dalam segi pangan maupun pariwisata. KKN tematik kelompok 75 pada semester genap ini ditempatkan di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Yang bertemakan “membangun kemandirian masyarakat Madura melalui pembangunan pangan dan pariwisata” .
Dalam setiap kelompok KKN diwajibkan untuk memiliki proker yang bertujuan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa itu sendiri. Salah satu proker di KKN 75 yaitu “pelatihan pembuatan olahan dari bahan ba…

Pelatihan IT untuk Perangkat Desa Pangarengan

Pangarengan, 25 - 26 Juli 2018

Pada era modern ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hampir semua kegiatan dilakukan menggunakan alat digital. Bahkan untuk saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini pun mempengaruhi berbagai aspek, terutama dalam hal administrasi. Selain itu juga dengan adanya teknologi informasi dapat mempercepat dan mempermudah memproses data. Tanpa terkecuali kegiatan administrasi di balai desa. Semua kegiatan administrasi dituntut menggunakan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan pelayanan perangkat desa kepada masyarakat. Namun terdapat pemasalahan pada desa ini, yaitu aparat desanya dirasa masih belum cukup siap dalam menghadapi administrasi yang komputerisasi ini. Hanya terdapat beberapa aparat saja yang mampu mengoperasikan komputer sedangkan sebagian besar dari aparat masih belum mampu. Terutama beberapa aplikasi seperti Microso…