Langsung ke konten utama

Memperkuat Ketahanan Nugget dengan Memanfaatkan Aneka Olahan Jagung


 Pangarengan, 29 Juli 2018


Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan media yang efektif dan eduktatif untuk mengasah kompetensi mahasiswa sekaligus mempraktekkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika. Mahasiswa diterjunkan ditengah-tengah masyrakat, baik masyarakat perkotaan, pedesaan, maupun kelompok tertentu. Mahasiswa dituntut mampu untuk mensejahterakan masyarakat baik dari segi perekonomian maupun dalam bidang sosial dan budaya. Khususnya dalam segi pangan maupun pariwisata. KKN tematik kelompok 75 pada semester genap ini ditempatkan di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Yang bertemakan “membangun kemandirian masyarakat Madura melalui pembangunan pangan dan pariwisata” .

Dalam setiap kelompok KKN diwajibkan untuk memiliki proker yang bertujuan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa itu sendiri. Salah satu proker di KKN 75 yaitu “pelatihan pembuatan olahan dari bahan baku jagung”. Mata pencaharian masyarakat desa Pangarengan selain bertani garam, mereka juga bertani jagung. Pada saat musim kemarau mereka memanfaatkan lahan tambak untuk bertani garam dan pada saat musim penghujan mereka memanfaatkan ladang untuk bertani jagung. Untuk memperkuat ketahanan olahan jagung, mahasiswa KKN 75 mempunyai inisiatif untuk disalurkan kepada masyarakat desa Pangarengan. KKN 75 mengajak warga khususnya ibu-ibu untuk melakukan pelatihan pembuatan olahan dari bahan baku jagung. Pada tanggal (29/07/2018) di Halaman Posko KKN 75.
Dalam pembuatan olahan jagung, dibuatkan nugget yang terbuat dari jagung. Bahan yang digunakan dalam pembuatan nugget jagung yaitu tepung terigu, tepung roti, tepung tapioka, lada bubuk, garam, bawang putih, bawang merah, masako, telur, minyak goreng, ayam. Yang menjadikan pembeda dengan produk lainnya yaitu kemasan, rasa dan tampilan dari nugget jagung. “oh jadi seperti ini ya caranya membuat nugget, ternyata mudah, wajib untuk dicoba dirumah” demikian ujar bu Homsatun selaku sekertaris desa Pangarengan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyuluhan Narkoba di Desa Pangarengan yang dilakukan oleh KKN 75 UTM

Pangarengan, 27 Juli 2018
Kegiatan kami di sini memberikan penyuluhan narkoba kepada Ibu – Ibu Pengajian Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang dalam acara pengajian rutin mingguan yang di ikuti lebih oleh sekitar 30 ibu ibu pengajian, Kegiatan dilaksanakan di kediaman Nyai Ice di Desa Pangarengan Sampang, Tausiah di isi oleh Moh. Faizal dan Leli, dalam kegiatan ini bertujuan untuk orangtua khususnya bagi para ibu – ibu di desa pangarengan agar waspada terhadap anak- anak nya agar tidak mengkonsumsi narkoba, dalam acara penyuluhan narkoba ini kami memperkenalkan apa yang dimaksud narkoba dan zat adiktif yang ada di narkoba dan faktor – faktor yang mendorong remaja memakai narkoba. Penyuluhan Narkoba ini merupakan Program Kerja Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Kelompok 75 Universitas Trunojoyo Madura.

Penyuluhan Narkoba merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara terus menerus setiap tahun karena generasi muda selalu berkesinambungan dengan bahaya narkoba. Remaja merupakan…

Pelatihan IT untuk Perangkat Desa Pangarengan

Pangarengan, 25 - 26 Juli 2018

Pada era modern ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hampir semua kegiatan dilakukan menggunakan alat digital. Bahkan untuk saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini pun mempengaruhi berbagai aspek, terutama dalam hal administrasi. Selain itu juga dengan adanya teknologi informasi dapat mempercepat dan mempermudah memproses data. Tanpa terkecuali kegiatan administrasi di balai desa. Semua kegiatan administrasi dituntut menggunakan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan pelayanan perangkat desa kepada masyarakat. Namun terdapat pemasalahan pada desa ini, yaitu aparat desanya dirasa masih belum cukup siap dalam menghadapi administrasi yang komputerisasi ini. Hanya terdapat beberapa aparat saja yang mampu mengoperasikan komputer sedangkan sebagian besar dari aparat masih belum mampu. Terutama beberapa aplikasi seperti Microso…