Langsung ke konten utama

Kerja Bakti kelompok KKN 75 bersama warga Desa Pangarengan


 Pangarengan, 20,22 Juli 2018



Kerja bakti dilakukan di balai Desa Pangarengan dan di sekitar pemukiman warga seperti di pasar dan selokan sekitar sumur Agung Pangarengan.  Kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari jum’at dan minggu.

Kerja bakti pertama dilaksanakan di Balai Desa Pangarengan pada hari jum’at pukul 09.00 WIB, kerja bakti ini juga melibatkan warga sekitar dan para perangkat desa yang ada disana. Sedangkan kerja bakti kedua yang di lakukan di selokan sekitar sumur Agung Pangarengan di laksanakan pada hari minggu pukul 08.00 WIB. Sumur agung sendiri merupakan satu-satunya sumber air yang tak pernah kering yang ada di desa Pangarengan ini karena konon katanya memiliki sejarah tertentu sebelumnya. Setiap harinya sumur ini ramai digunakan oleh warga sekitar untuk kegiatan mencuci, mandi ataupun untuk keperluan lainnya. Dikarenakan tidak adanya tong/tempat pembuangan sampah di sumur ini, maka setiap harinya selokan maupun area disekitar sumur penuh dengan  ampah, hal tersebut yang mendorong kita untuk melakukan kerja bakti di sekitar sumur. Setelah adanya kegiatan sosial yang kami terapkan ini, kami berharap kepada warga sekitar desa untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama di selokan/saluran air.
            Kegiatan kerja bakti sangatlah penting untuk diterapkan dilingkungan warga sekitar, selain bertujuan untuk membuat lingkungan bersih, kerja bakti juga bisa mewujudkan kehidupan masyarakat yang suka bergotong-royong dan menjalin silaturrahmi antar warga, terutama silaturrah mi kita (KKN 75 UTM) dengan warga di Desa Pangarengan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyuluhan Narkoba di Desa Pangarengan yang dilakukan oleh KKN 75 UTM

Pangarengan, 27 Juli 2018
Kegiatan kami di sini memberikan penyuluhan narkoba kepada Ibu – Ibu Pengajian Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang dalam acara pengajian rutin mingguan yang di ikuti lebih oleh sekitar 30 ibu ibu pengajian, Kegiatan dilaksanakan di kediaman Nyai Ice di Desa Pangarengan Sampang, Tausiah di isi oleh Moh. Faizal dan Leli, dalam kegiatan ini bertujuan untuk orangtua khususnya bagi para ibu – ibu di desa pangarengan agar waspada terhadap anak- anak nya agar tidak mengkonsumsi narkoba, dalam acara penyuluhan narkoba ini kami memperkenalkan apa yang dimaksud narkoba dan zat adiktif yang ada di narkoba dan faktor – faktor yang mendorong remaja memakai narkoba. Penyuluhan Narkoba ini merupakan Program Kerja Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Kelompok 75 Universitas Trunojoyo Madura.

Penyuluhan Narkoba merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara terus menerus setiap tahun karena generasi muda selalu berkesinambungan dengan bahaya narkoba. Remaja merupakan…

Memperkuat Ketahanan Nugget dengan Memanfaatkan Aneka Olahan Jagung

Pangarengan, 29 Juli 2018

Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan media yang efektif dan eduktatif untuk mengasah kompetensi mahasiswa sekaligus mempraktekkan ilmu dan menerapkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika. Mahasiswa diterjunkan ditengah-tengah masyrakat, baik masyarakat perkotaan, pedesaan, maupun kelompok tertentu. Mahasiswa dituntut mampu untuk mensejahterakan masyarakat baik dari segi perekonomian maupun dalam bidang sosial dan budaya. Khususnya dalam segi pangan maupun pariwisata. KKN tematik kelompok 75 pada semester genap ini ditempatkan di Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Yang bertemakan “membangun kemandirian masyarakat Madura melalui pembangunan pangan dan pariwisata” .
Dalam setiap kelompok KKN diwajibkan untuk memiliki proker yang bertujuan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa itu sendiri. Salah satu proker di KKN 75 yaitu “pelatihan pembuatan olahan dari bahan ba…

Pelatihan IT untuk Perangkat Desa Pangarengan

Pangarengan, 25 - 26 Juli 2018

Pada era modern ini, kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Hampir semua kegiatan dilakukan menggunakan alat digital. Bahkan untuk saat ini kita sudah tidak asing lagi dengan penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini pun mempengaruhi berbagai aspek, terutama dalam hal administrasi. Selain itu juga dengan adanya teknologi informasi dapat mempercepat dan mempermudah memproses data. Tanpa terkecuali kegiatan administrasi di balai desa. Semua kegiatan administrasi dituntut menggunakan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan pelayanan perangkat desa kepada masyarakat. Namun terdapat pemasalahan pada desa ini, yaitu aparat desanya dirasa masih belum cukup siap dalam menghadapi administrasi yang komputerisasi ini. Hanya terdapat beberapa aparat saja yang mampu mengoperasikan komputer sedangkan sebagian besar dari aparat masih belum mampu. Terutama beberapa aplikasi seperti Microso…